Kamis, 23 Oktober 2025

Penembakan Misterius (Petrus) di Indonesia

                                 Pada awal tahun 1980-an, Indonesia sedang berada di masa









Presiden Soeharto. Saat itu, angka kejahatan terutama perampokan dan pembunuhan meningkat pesat di berbagai daerah, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Masyarakat merasa tidak aman, dan pemerintah saat itu ingin menegakkan ketertiban dengan cara yang cepat dan tegas.


Untuk mengatasi situasi itu, muncul sebuah operasi rahasia yang dikenal dengan nama Petrus, singkatan dari Penembakan Misterius.

Disebut “misterius” karena para pelaku penembakan tidak pernah diketahui secara pasti, dan korban yang tewas biasanya ditemukan dengan luka tembak di kepala atau dada.



---


⚫ Siapa Korbannya?


Sebagian besar korban adalah orang-orang yang dicurigai sebagai penjahat atau residivis — orang yang pernah melakukan kejahatan dan keluar masuk penjara.

Namun dalam praktiknya, banyak juga korban yang tidak jelas kesalahannya, bahkan ada yang hanya dicurigai tanpa bukti kuat.


Mayat mereka sering ditemukan tergeletak di pinggir jalan, sungai, atau tempat sepi dengan kartu identitas tergantung di lehernya.

Hal ini menimbulkan rasa takut luar biasa di masyarakat — terutama bagi para mantan narapidana.



---


⚫ Tujuan Pemerintah


Secara resmi, pemerintah menyebut tindakan ini sebagai upaya menegakkan keamanan dan menekan angka kejahatan.

Namun banyak pihak menilai bahwa Petrus adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM), karena dilakukan tanpa proses hukum yang jelas.



---


⚫ Dampak Petrus


1. Rasa takut menyebar luas di masyarakat — bukan hanya di kalangan penjahat, tapi juga warga biasa.



2. Angka kejahatan menurun drastis, tapi cara yang digunakan dianggap kejam dan melanggar hukum.



3. Hingga kini, banyak kasus Petrus tidak pernah diusut tuntas.



4. Para korban dan keluarganya tidak pernah mendapatkan keadilan.





---


⚫ Pandangan Setelah Reformasi


Setelah masa Reformasi 1998, banyak aktivis HAM dan peneliti menganggap bahwa operasi Petrus adalah pelanggaran HAM berat.

Mereka menuntut agar negara mengakui dan meminta maaf kepada para korban.

Namun sampai sekarang, belum ada penyelidikan resmi yang benar-benar tuntas.



---


⚫ Kesimpulan Cerita


Penembakan Misterius (Petrus) adalah salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Orde Baru.

Meskipun berhasil menekan angka kejahatan, cara yang dipakai justru mengorbankan nilai kemanusiaan dan keadilan.

Petrus menjadi pelajaran penting bahwa menjaga keamanan tidak boleh dilakukan dengan menghilangkan nyawa tanpa hukum.

0 komentar:

Posting Komentar

LEON TROTSKY

  Cerpen: “Bayang-Bayang Pena Trotsky” Di sebuah kamar kecil di pinggiran Mexico City tahun 1940, Leon Trotsky duduk di depan meja kayu sede...