Rabu, 19 November 2025

ARCHIMEDES

 

“Eureka di Kota Sirakusa”

Di kota pesisir Sirakusa, hiduplah seorang lelaki tua yang selalu terlihat berjalan sambil berbicara sendiri, menggambar bentuk aneh di pasir, atau menatap air dengan mata berbinar. Namanya adalah Archimedes, sang ilmuwan yang pikirannya tak pernah berhenti bekerja.

Pada suatu hari, Raja Hieron memanggil Archimedes ke istana. Di tangannya, sang raja memegang sebuah mahkota emas yang berkilau seperti matahari pagi.

“Archimedes,” ujar raja, “aku curiga pandai emas telah mencampur emas ini dengan perak. Tapi aku tidak ingin merusak mahkotaku. Dapatkah kau membuktikan apakah mahkota ini murni?”

Archimedes mengernyit. “Tanpa memotongnya? Tanpa mencairkannya?”
“Benar,” jawab raja tegas.

Archimedes menerima mahkota itu lalu berjalan pulang. Selama berhari-hari ia memikirkannya. Ia mengukur, menimbang, menggambar—namun tetap saja tidak menemukan solusi.

Hingga suatu sore ia memutuskan untuk mandi agar pikirannya segar. Ketika ia masuk ke dalam bak, air pun meluap ke tepi.

Archimedes terperanjat. “Tunggu… air berpindah… berat… volume…”

Dalam sekejap ia menyadari jawabannya: benda yang dicelupkan ke dalam air akan memindahkan air sebesar volume benda tersebut. Dengan membandingkan volume dan berat mahkota dengan emas murni, ia bisa mengetahui apakah ada campuran perak di dalamnya!

Saking gembiranya, ia melonjak keluar dari bak mandi, berlari melintasi jalan-jalan Sirakusa sambil berteriak:

“Eureka! Eureka! Aku telah menemukannya!”

Warga kota hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ilmuwan tua itu berlari tanpa sempat memakai pakaian.

Keesokan harinya, di hadapan Raja Hieron, Archimedes membuktikan bahwa mahkota itu benar telah dicampur perak. Sang raja murka, sedangkan Archimedes hanya tersenyum puas—lebih bahagia menemukan kebenaran daripada memperoleh hadiah apa pun.

Dan sejak hari itu, kata “Eureka” menjadi seruan penemuan yang menggema sepanjang sejarah.

0 komentar:

Posting Komentar

LEON TROTSKY

  Cerpen: “Bayang-Bayang Pena Trotsky” Di sebuah kamar kecil di pinggiran Mexico City tahun 1940, Leon Trotsky duduk di depan meja kayu sede...