Selasa, 18 November 2025

Plato

 


“Bayangan di Dinding”

Di dalam gua yang gelap, seorang pemuda terikat, hanya bisa menatap dinding di depannya. Di baliknya, api kecil membakar, dan bayangan-bayangan menari di dinding itu. Sejak lahir, ia mengira itulah seluruh dunia.

Suatu hari, seorang lelaki tua datang. “Apa yang kau lihat setiap hari hanyalah bayangan, bukan kenyataan,” katanya. Pemuda itu bingung. “Lalu apa yang nyata?”

Lelaki tua itu menuntunnya keluar dari gua. Perlahan, mata pemuda itu menyesuaikan diri dengan cahaya matahari. Ia melihat pohon, sungai, dan manusia—bukan bayangan, tetapi wujud sesungguhnya dari dunia yang selama ini hanya ia duga.

“Dunia yang kau ketahui hanyalah pantulan,” kata lelaki tua itu. “Hanya dengan mencari kebenaran, engkau bisa melihat hakikat segala sesuatu.”

Pemuda itu menatap langit luas. Untuk pertama kalinya, ia merasa bebas, dan menyadari bahwa kenyataan jauh lebih luas daripada yang bisa dilihat dari bayangan di dinding.

0 komentar:

Posting Komentar

LEON TROTSKY

  Cerpen: “Bayang-Bayang Pena Trotsky” Di sebuah kamar kecil di pinggiran Mexico City tahun 1940, Leon Trotsky duduk di depan meja kayu sede...